Profil
Sejarah
Perkembangan Bedah saraf di Semarang
Sejarah berdirinya bedah saraf di semarang diawali dari datangnya seorang dokter bedah saraf yang dilatih di Munchen, Jerman yaitu Dr. M. Amanullah sehingga menjadikannya sebagai ahli bedah saraf pertama di Semarang. Dia memulai aktivitasnya di Rumah sakit Dr. kariadi pada tahun 1979. Pada tahun 1986 dr. Trihadji dan dr. Hotasi Napitupulu datang dari jerman untuk memulai aktivitasnya sebagai ahli bedah saraf di RS Dr. kariadi. Namun kedatangannya hanya dalam waktu singkat, dimana beliau harus kembali ke Jakarta. Pada tahun 1991 Dr, Gunadi Kusnarto datang ke semarang dan mulai bekerja sebagai dokter bedah saraf di RS Dr. Kariadi, yang kemudian setelah dia pada tahun 1993 Dr. Zainal Muttaqin dan 1995 Dr. Erie BPS Andar. Pada tahun 2011 total telah ada tujuh ahli bedah saraf bekerja di semarang, termasuk diantaranya selain yang telah disebutkan diatas, Dr. Happy Kurnia Brotoarianto, Dr. Dody Priambada, Dr. Muhamad Thohar Arifin, Dr. Ajid Risdianto, Dr. Yuriz Bakhtiar, dan Dr. Krisna Tsaniadi Prihastomo.
Pusat Bedah Saraf dan epilepsi yang baru saja didirikan merupakan unit khusus dari rumah sakit kariadi dan Fakultas kedokteran Universitas Diponegoro, dan saat ini, terhitung mulai bulan juli 1999, merupakan satu-satunya pusat di Indonesia yang melakukan operasi epilepsi. Evaluasi pra-bedah menyeluruh dilakukan oleh tim bedah saraf bekerjasama dengan ahli epilepsi, dibawah arahan professor Zainal Muttaqin. Selama sepuluh tahu pertama, 238 prosedur operasi epilepsi sudah dilakukan di center epilepsi di RSUP Dr. Kariadi semarang.